Seharusnya saya tidak pergi hari itu,hari terakhir ayah saya bernafas,seharusnya saya berada di sampingnya,bukannya di Dufan.
Yaah,ketika ayah saya pergi saya tidak ada disampingnya,tidak sempat meminta maaf,tidak sempat memeluknyaa,dan menciumnya untuk terakhir kali.
Hari Minggu sebelumnya,saya sempat pulang kerumah,Ayah saya yg sebelumnya sempat dirawat drumah sakit,sudah pulang.Saya yang sudah lama tidak melihatnya,kaget sekali dengan keadaannya.Ayah saya sangat kurus,dengan perut membuncit karena penyakit Liver akut yg dideritanya.Saya sedih sekali melihatnya,ingin menangis sekeras mungkin didepannya,tp tidak mungkin.Saya tidk mau ayah saya sedih melihat saya menangis.Yang saya lakukan hanya mengelus perutnya yang membuncit,sambil terus mendoakan dalam hati.Dia tersenyum sangat lemah.
Entah mengapa,tiba-tiba penyakitnya kambuh lagi,ayah saya sesak nafas.Ibu saya sudah memasangkan selang oksigen,orang-orang drumah semuanya berkumpul disamping kasur ayah saya,mendoakannya.Saya diam diluar,tp saya mendengar ayah saya kesakitan.Karena tidak kunjung pulih,akhirnya ayah saya kembali dibawa kerumah sakit.
Sampai drumah sakit dan ditangani,Ayah saya baikan,tapi tetap harus di opname.Saat itu saya sudah merasa tenang,saya menunggui ayah saya dsna,sayaa sempat bercerita padanya ttg kehidupan saya di asrama,dia sempat tertawa.Dari hari ke hari ayah saya semakin membaik,karena itu pula saya memutuskan untuk ikut study tour.
Hari selasa sore,saya pergi meninggalkan ayah,saya kembali ke asrama.Saat pamit,sama sekali tidak ada firasat bahwa ayah saya akan pergi.Jadi saya pulang dengan tenang.
Rabu pagi,sebelum berangkat saya sempat SMS mama saya,menanyakan keadaan ayah saya,mama saya menjawab "iya,udah agak baekan.Kamu hati-hati dsna.Jgn Mincrak(berlebihan.red)".Saya senyum,Alhamdulillah ayah saya sudah baikan kondisinya.Sayapun mengikuti study tour itu tanpa beban,tujuan terakhir study tour adalah dufan.Sayapun asik saja bermain disana,tanpa ada firasat apa-apa,hanya saja saat menaiki kora-kora yang kesekian kalinya,kaki saya tiba-tiba keram,tidak bisa digerakan sama sekali selama menaiki wahana itu,sayapun menahan sakit selama naik itu.Entah itu sebuah firasat atau bukan.
Saya pulang,dan entah mengapa selama dalam bis kepala saya pusing sekali,bukan karena mabuk kendaraan,dipaksakan tidur juga tdk bisa.Saya mulai merasakan firasat tidak enak saat itu,dan juga ditambah,ada seorang teman saya yang semula sedikit marah pada saya,tiba-tiba menitipkan salam.Saya heran.
Sesampainya di asrama,guru saya bilang kalo saya akan dijemput pulang,saya tanya kenapa,guru saya cuma jawab,ayah saya ingin ketemu saya.Saya hanya beroh oh saja,firasat saya belum terlalu yakin.Saat mengambil air wudhu,teman-teman yaang saya lewati,seperti menatap kasihan pada saya.Saya tidak ambil pusing,saya segera wudhu,solat,dan pulang.
Dijalan pulang,saya sudah mulai menangis,karena saya yakin ayah saya kenapa-kenapa.Sopir yang menjemput saya,tidak menjawab ketika saya tanya.Semuanya bungkan dalam mobil.
Akhirnya semua terjawab ketika saya sampai rumah,rumah saya sudah ramai,dan ada bendera kuning di gerbang rumah,saya mulai menangis keras,saya yakin ayah saya sudah pergi.Turun dr mobil,saya langsung masuk kedalam,saya jatuh,kaki saya lemas seketika,saya cuma menangis keras melihat jenazah ayah saya sudah ditutupi kain hijau.Ibu saya hanya memeluk saya,sambil menangis,semua saudara juga berusaha menguatkan saya.
Saya mengaji depan jenazah ayah saya,sambil terus menagis.Saya menyesal,kalau tidak pergi pasti saya bisa menemaninya disaat terakhir,saya ingin menciumnya tp tidak sanggup,saya sesak oleh tangis ketika melihat wajah ayah saya yg sudah terpejam dengan tenang.
Saat akan dimakamkan,begitu banyak sekali yang mengantar jenazah ayah saya,banyak yg ingin memegang kerandanya.Jalanan padat dipenuhi orang2 yg mengiringi kepergian ayah saya.Alhamdulillah,banyak yang menyayangi daan mendoakan ayah saya.Dipemakamannya,saya pingsan,saya tidak sanggup melihat jenazah ayah saya dimasukan kedalam kubur.
Hampir 6 tahun sudah ayah saya pergi,tapi dalam hati saya tidak pernah sedikitpun sosoknya tergantikan.Bagi saya He's the one and only in this world and no one likes Him.
I love you and i hope we can meet again,in the other life :)
i miss you so lot in everybreathe and everysingle day
Peluk dan Cium Baba dari jauh :*(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar